<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Langkah Petualang</title>
	<atom:link href="http://langkahpetualang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://langkahpetualang.wordpress.com</link>
	<description>Mencari Arti Dengan Hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Dec 2011 03:50:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='langkahpetualang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0a962cc7514d5e2def0e51976664a791?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Langkah Petualang</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://langkahpetualang.wordpress.com/osd.xml" title="Langkah Petualang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://langkahpetualang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Part II:The Cycles)</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2010/01/01/pembangkit-listrik-tenaga-uap-part-iithe-cycles/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2010/01/01/pembangkit-listrik-tenaga-uap-part-iithe-cycles/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 12:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Boiler Cycles]]></category>
		<category><![CDATA[ESP]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[Siklus Bahan Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Siklus Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Steam Cycles]]></category>
		<category><![CDATA[Turbine Cycles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[1. Siklus Uap dan Air (Steam and Water Cycle) Siklus ini merupakan siklus inti dari sistem pembangkit uap dinama dalam siklus ini diterapkan Close Cycle Thermodinamika. Demin Water (air murni dengan minim kadar oksigen) merupakan air tanah atau air laut ya g telah di proses sedemikian rupa dalam deminerization plant dipompakan oleh feed water pump [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=148&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Siklus Uap dan Air (Steam and Water Cycle)</p>
<p>Siklus ini merupakan siklus inti dari sistem pembangkit uap dinama dalam siklus ini diterapkan Close Cycle Thermodinamika. Demin Water (air murni dengan minim kadar oksigen) merupakan air tanah atau air laut ya g telah di proses sedemikian rupa dalam deminerization plant dipompakan oleh feed water pump melewati feed water heater ke dalam boiler part, pada economizer panel tepatnya. Dalam boiler body part aliaran fluida adalah mengalir secara natural, jadi aliran fluida tercipta akibat perbedaan suhu, temperatur, density dan volume dari fluida yang ada pada panel-panel boiler. Dari economizer fluida cair akan mengalir ke steam drum, dalam steam drum terdapat cyclone dan separator air dan uap. Fluida cair mengalir turun melalui pipa down comer dan didistribusikan ke water wall. dari water wall fluida masuk ke steam drum lagi dan dipisahkan uap dan air. Fluida uap akan di alirkan ke superheater yang meliputi:</p>
<ol>
<li>Low Temperature  Superheater (LTSH) atau biasa disebut First Superheater</li>
<li>Division Panel Superheater atau biasa disebut Second Superheater</li>
<li>Final Superheater atau biasa disebut Platen Superheater</li>
</ol>
<p>Dari platen superheater dry steam dialirkan melalui main steam pipe menuju ke turbn selanjutnya didistribusikan dalam nozel-nozel turbin. Setelah ke memutar sudu-sudu turbine maka steam mengalir ke condenser dan terjadi pendinginan menggunakan air laut (dengan sistem plat heat exchanger). Steam akan berubah menjadi fasa air dan dialirkan kembali ke boiler pada sisi economizer panel dengan melewati feed water pump dan feed water heater. Begitulah seterusnya sehingga menjadikan siklus ini siklus tertutup.</p>
<p><span id="more-148"></span></p>
<p>2. Siklus Udara Pembakaran dan Gas Buang (Combustion Air and Flue Gas Cycle)</p>
<p>Siklus udara diawali dari dipompakan udara atmosferik (udara bersih) melalui Primary Air Fan dan Secondary Air Fan ke dalam boiler dengan melewati Air Heater (Air Side) terlebih dahulu. Primary Air Fan akan mengalirkan udara ke pulverizer (penghalus batubara) sebagai media pembawa batubara ke dalam boiler furnace. Secondary Air Fan mensuplay udara pembakaran kedalam boiler melewati rangkaian ducting yang selanjutnya didistribusikan melaui windbox. Gas Buang hasil pembakaran akan mengalir dari furnace menuju back pass selanjutnya melaui Air Heater (Gas Side). Gas Buang mengalir menuju Electro Static Precipitator (ESP), di dalam ESP gas buang mengalami pembersihan terhadap kontaminan debu pembakaran (Fly Ash) secara electonik. Gas buang selanjutnya melalui Flue Desulfurization Gas (FGD) untuk dinetralkan terhadap contaminan SOx dan diturnkan temperaturnya hingga 35 derajat Celcius, selanjutya gas buang di alirkan ke stack untuk dibuang ke lingkungan.</p>
<p>3. Siklus Bahan Bakar dan Sisa Pembakaran (Fuel and Ash Cycle)</p>
<p>Bahan bakar yang digunakan dalam PLTU adalah bahan bakar padat berupa batubara.  Batubara dari Coal Yard dilakukan penghalusan kasr pada Coal Crusser kemudian di tranfer ke Coal Silo menggunakan rangkaian conveyor. Batubara akan dihaluskan lagi dalam pulvurizer hingga ukurannya menyerupai butiran pasir debu. Batubara siap dilairkan ke dalam boiler furnace untuk bahan bakar pembakaran. Sisa pembakaran berupa debu berat yang jatuh ke bawah dan debu ringan (Fly Ash) yang terbawa udara pembakaran dan ditangkap oleh elemen electrostatik pada ESP. Debu berat jatuh ke dalam Submerged Scapper Chain Conveyor (SSCC) dibagian bawah boiler furnace dan ditranfer ke silo debu kasar. Debu ringan akan terkumpul dalam ESP hopper dan dialirkan melalui fluidizing line menuju Fly Ash Silo. Fly Ash ini digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan semen.</p>
<p>4. Siklus Pendinginan (Cooling Cycle)</p>
<p>Cooling Cycle disini hanya merupakan pendinginan yang terjadi pada condenser. Dimana condenser merupakan plat heat exchanger, maka air laut dialirkan melwati sudu-sudu cooling dan steam dialirkan pada sudu-sudu panas. Tranfer kalor yang terjadi mengakibatkan perubahan fasa uap menjadi cair pada sisi panas dan perubahan suhu air laut pada sisi cooling.</p>
<p>5. Siklus Pemanasan Ulang (Reheat Cycle)</p>
<p>Siklus Reheat merupakan siklus peningkatan efisiensi yaitu dengan meningkatkan kembali tekanan steam setelah meninggalkan MP steam. Proses ini terjadi pada Reheater Panel di dalam boiler. Steam dari main steam boiler masuk ke High Pressure (HP) turbine, lalu masuk ke Medium Pressure (MP) turbin dan sebagian uap kering akan di alirkan ke reheater panel dan kembali turbine pada sisi HP turbine. Uap kering lainnya akan dialirkan ke Low Pressure (LP) turbine dan kembali ke boiler pada sisi ecoomizer.</p>
<br />Posted in Technology Tagged: Boiler Cycles, ESP, FGD, Siklus Bahan Bakar, Siklus Udara, Steam Cycles, Turbine Cycles <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=148&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2010/01/01/pembangkit-listrik-tenaga-uap-part-iithe-cycles/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trekking To Sukamade &#8211; Merubetiri</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/trekking-to-sukamade-merubetiri/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/trekking-to-sukamade-merubetiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 15:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Back Packer]]></category>
		<category><![CDATA[Jajag]]></category>
		<category><![CDATA[Merubetiri]]></category>
		<category><![CDATA[Pesanggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rajegwesi]]></category>
		<category><![CDATA[Sarongan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukamade]]></category>
		<category><![CDATA[Trekking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Cuti kali ini saya bersama Michael dan Vika pergi ke sukamade, suatu tempat yang alami dan indah di pedalaman alas merubetiri banyuwangi. Pada prinsipnya perjalanan ke sukamade bisa di tempuh dengan beberapa rute antara lain Jalur Jember – Ambulu – Curahnongko –Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat)   sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=107&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cuti kali ini saya bersama Michael dan Vika pergi ke sukamade, suatu tempat yang alami dan indah di pedalaman alas merubetiri banyuwangi. Pada prinsipnya perjalanan ke sukamade bisa di tempuh dengan beberapa rute antara lain</p>
<ol>
<li>Jalur Jember – Ambulu – Curahnongko –Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat)   sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 – 2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li>Jalur Jember – Glenmore – Sarongan – Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li>Jalur Jember – Genteng – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li>Jalur Banyuwangi – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 137 km dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor.</li>
</ol>
<p>Bagi temen-temen backpacker saya anjurkan untuk menempuh jalur 3 karena factor ketersediaan angkutan umum yang memadai di jalur ini. Dari jember naik bis ekonomi dengan tarif Rp 10.000,- turun di terminal jajag. Dari terminal jajag naik bis kecil ke Pesanggaran dengan tari rp.7000,- . Dari pesanggaran ini kita naik angkutan truk ke desa sukamade degan tari RP.25.000,- . Pada dasarnya angkutan truk ini bukan angkutan umum orang tetapi angkutan untuk belanja bagi orang desa sukamade ke pesanggaran. Berkaitan dengan kertesediaan truk ini maka highly recommended kalau berangkat hari kamis dan pulang hari minggu atau sebaliknya karena hanya itulah angkutan truk yang bisa di andalkan keberangkatannya. Truk pada hari senin dan kamis ini di komandani oleh pak Mali dan kenek pak Yanto, orangnya sangat ramah dan welcome.</p>
<p>Perjalanan kali ini saya tempuh pada hari sabtu, bukan hari baik untuk ke sukamade karena pasar pesangaran tutup pada hari sabtu jadi truk dari sukamade tidak ada pada hari ini. Keberuntungan masih berpihak pada kami ketika memutuskan untuk menginap di pesanggaran dengan lapor  ketua RT pasar pesanggaran yaitu pak Minto, beliaupin welcome pada kami dan menyuruhnya menignap di rumah keponakannya yaitu bu Sri. Malam kamipun menginap di rumah Bu Sri yang sangat ramah dan bersahaja.</p>
<p><a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01097.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-132" title="Pasar Pesanggaran" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01097.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc010921.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-134" title="Bis Jajag - Pesanggaran" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc010921.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01094.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-135" title="Tunggu truk sukamade di sudut ini" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01094.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p>Hari kedua, hari minggu kami lanjutkan perjalanan ke sukamade dengan truk pak Mali. Karena belanjaan lumayan banyak maka truk terlambat berangkat dari yang biasanya berangkat jam 15.00 tertunda hingga jam 17.00 waktu Pesanggaran. Sudah dipastikan kalau perjanan sejauh 40 km yang memakan waktu 4 jam ini akan sampai pada pukul 21:00 waktu Sukamade.</p>
<p><a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01106.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-136" title="Truk Sukamade" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01106.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01111.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-137" title="Naik truk bareng barang belanjaan" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01111.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01105.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-138" title="Bocah Petualang" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01105.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Perjalanan dari Pesanggaran ke sarongan lalu lanjut ke Rajegwesi dengan kondisi jalan yang ber aspal dengan lubang di sana sini. Perjalanan yang seru adalah rute sepanjang 15 Km dari Rajegwesi ke Sukamade karena rutenya melewati jalan pegunungan naik dan turun dengan kondisi jalan rusak berat. Jalan berupa jalan macadam, yaitu jalan berbatu tanpa aspal. Hanya truk dan jenis mobil besar seperti Tropper, Taft Hiline , Jimny ataupun jenis kendaraan offroad yang mampu melewati rute ini.</p>
<p>Perjalanan Rajegwesi  &#8211; Sukamade akan melewati jalur berupa menyeberang sungai sebanyak 4 sungai besar dan 3 sungai kecil. Terasa asik sekali ketika melewati sungai karena mobil seperti jalan di atas air. Perlu diperhatikan ketika musim hujan sungai ini akan penuh air yang tidak mungkin di lewati oleh kendaraan jenis apapun ( kecuali perahu, hehehehe….).</p>
<p>Sesuai dengan perkiraan sebelumnya kami sampai di sukamade pada jam 21:00 waktu sukamade. Karena pada malam hari kita tidak diijinkan jalan ke  Sukamade Turtle Beach maka kami pun menginap di rumah kenek truk yang kita tumpangi yaitu Pak Yanto. Keluarga pak Yanto sangat welcome terhadap kami (mungkin karena tampang kami yang cenderung memelas hehehehe….). setiba di desa Sukamade kami sangat exciting karena desa ini merupakan housing bagi para pekerja kebun karet dimana di desa ini tidak terdapat signal Hand Phone dan keberadaan listrik yang Cuma jam 17:00 hingga jam 22:00. Signal HP bisa di temukan pada tempat-tempat tertentu dengan tanda toggak kayu yang di desain sedemikian rupa sehingga Cuma memungkinkan untuk sms saja.</p>
<p><a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01114.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-139" title="Cari sinyal" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01114.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01115.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-140" title="Cari sinyal juga" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01115.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Hari ke dua, pagi hari udara desa Sukamade sangatsegar dan alami. Kamipun sempatkan lari pagi keliling desa dan mengunjugi savannah sukamade yg tak jauh dari desa. Beranjak siang kami sempatkan main bola dengan anak-anak SD Sukamade, Laskar Pelangi Sukamade.</p>
<p><a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01123.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-141" title="Wisma Tamu Perkebunan Sukamade" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01123.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01126.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-142" title="Laskar pelangi dari Sukamade" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01126.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01131.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-143" title="Main bola bareng laskar pelangi Sukamade" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01131.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 11:00 kamipun beranjak trekking ke Sukamae Turtle Beach. Rute desaSukamade ke Sukamade turtle beach adalah 2.5 Km ditempuh dengan jalan kaki dalam waktu 30 menit. Lintasan berupa jalan perkebunan karet dan kopi yang asri dan segar degan sapaan binatang-binatang hutan merubetiri yang bersahabat (tidak ada binatang buas disini).</p>
<p>Sampai di Sukamade Resort kami pun disambut oleh Pak Eko, penjaga yang bertugas. Dan kami memesan kamar ekomoni seharga Rp.100.000,- per malam denga 2 tempat tidur twin bed cukupuntuk 2 orang. Adapun pilihan kamar VIP yaitu Rp.200.000,- per malam kapasitas 3 orang. Short traveling di lingkungan konservasi penyu kami lakukan dengan guide pak Eko. Mulai dari tempat penetasan telur penyu hingga tempat tukik dikenalkan ke habitat air laut. Petualangan hari ini di akhiri dengan trekking di sepanjang pantai sukamade dengan observasi jejak penyu dan menikati deburan ombak pantai sukamade yang menawan.</p>
<p>Hari ke tiga, pagi hari kamipun sempatkan ikut dalam acara melepas tukik penyu di pantai sukamade bersama pak Eko. Siang menjelang kamipun berangkat pulang, Perjalanan kali ini kami tempuh dengan jalan kaki menuju Rajegwesi, sepanjang perjalanan kamipun melewati tempat2 yang indah, seger dan membuat paru-paru kita terasa lega. Perjalanan Sukamade – Rajegwesi adalah 25 Km ditempuh dengan waktu 2 jam dan 30 menit. Melewati pantai teluk ijo dan hamparan pantai rajegwesi yang landai berselimut pasir putih yang menawan. Rajegwesi ke Pesanggaran kami tempuh dengan angkutan desa dan selanjutnya ke jajag dengan bis kecil. Dari jajag tinggal naik bis ke jurusan kota masing-masing dan selesailah perjalanan Back Packer kami selama 3 hari dengan senyum dan pengalaman indah yang tak terlupakan.</p>
<br />Posted in Traveling Tagged: Back Packer, Jajag, Merubetiri, Pesanggaran, Rajegwesi, Sarongan, Sukamade, Trekking <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=107&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/trekking-to-sukamade-merubetiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01097.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pasar Pesanggaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc010921.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bis Jajag - Pesanggaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01094.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tunggu truk sukamade di sudut ini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01106.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Truk Sukamade</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01111.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Naik truk bareng barang belanjaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01105.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Bocah Petualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01114.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Cari sinyal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01115.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Cari sinyal juga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01123.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Wisma Tamu Perkebunan Sukamade</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01126.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Laskar pelangi dari Sukamade</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01131.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Main bola bareng laskar pelangi Sukamade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Turtle Beach Sukamade</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/turtle-beach-sukamade/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/turtle-beach-sukamade/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 15:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Merubetiri]]></category>
		<category><![CDATA[Sukamade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Sukamade merupakan sebuah pantai yang unik, karena mempunyai ekosistem hutan alami yang tetap dipertahankan berkaitan dengan ekosistem punyu yang akan selalu terlabuh ketika akan bertelur. Hasil penelitian yang dilakukan WWF penyu suka made akan selalu kembali berlabuh di sukamade setiap periode bertelur, yaitu 1 tahun sekali. Meskipun dalam penelitian menyatakan penyu-penyu tersebut  kembali ke laut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=105&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sukamade merupakan sebuah pantai yang unik, karena mempunyai ekosistem hutan alami yang tetap dipertahankan berkaitan dengan ekosistem punyu yang akan selalu terlabuh ketika akan bertelur. Hasil penelitian yang dilakukan WWF penyu suka made akan selalu kembali berlabuh di sukamade setiap periode bertelur, yaitu 1 tahun sekali. Meskipun dalam penelitian menyatakan penyu-penyu tersebut  kembali ke laut dan melaut hingga Australia dan new Zealand tetapi ketika akan bertelur penyu akan kembali ke pantai sukamade dan bertelur di sana. Oleh karena itu sukamade lebih di kenal sebagai turtle beach.</p>
<p>Beberapa species penyu yang dapat dijumpai di sukamade antara lain.</p>
<ol>
<li>Penyu Hijau (Chelonia Mydas)</li>
<li>Penyu Lakang (Lepidochelys Olivacea)</li>
<li>Penyu Bersisik (Eretmochelys Imbricata)</li>
<li>Penyu Belimbing (Dhermochelys Coriacea)</li>
</ol>
<p>Setiap malam petugas konservasi penyu sukamade berpatroli di sepanjang pantai sukamade, kurang lebih sepanjang 4 km garis pantai sukamade, untuk mengambil telur dari penyu yang malam itu mendarat di pantai. Dalam prakteknya penyu sekali mendarat tidaklah langsung bertelur. Pendaratan pertama penyu adalah untuk melakukan surve tempat peletakan telur dan sekitar 3 – 4 hari berikutnya penyu tersebut datang lagi dan melakukan proses bertelur berikut membuat lubang telur dan menimbunnya kembali, serta membuat lubang tipuan yang tidak jauh dari lubang telur. Sekali bertelur penyu akan memelorkan hingga 150 butir sekali bertelur.</p>
<p><span id="more-105"></span></p>
<p>Penjagaan dan pengamatan proses bertelurnya penyu ini tidaklah mudah, penjaga akan mengamati pantai di dalam hutan, Karen ketika ada suara ataupun gerak bahkan nyala api atau cahaya maka penyu akan balik lagi ke laut dan menunda proses bertelurnya. Penjagaan ini rutin dilakukan tiap hari mulai pukul 19.00 hingga 04.00 pagi.</p>
<p>Telur yang telah diambil akan ditaruh dalam tempat penetasan yang berupa kolam dengan pasir pantai sukamade jadi seolah-olah akan seperti habitat aslinya. Telur ini di beri tagging sesuai dengan jenis dan tanggal peneloran. Telur ini akan menetas selama 2 bulan berikutnya. Setalah semua telur menetas maka tukik penyu (bayi penyu) akan dipindahkan ke kolam air laut untuk mengenalkan tukik pada habitat air laut berikut melatih sistem pernafasannya. Hal ini dilakukan selama kurang lebih 1 minggu, dan selanjutnya tukik akan dilepaskan ke laut tampat habitat asli penyu. Tukik ini selama 2 bulan pertama tidak memerlukan makanan tambahan karena plasenta tukik cukup memberikan asupan makanan.</p>
<p><a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc003651.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-121" title="Tempat penetasan telur penyu" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc003651.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011401.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-122" title="Telur penyu ditetaskan di pasir" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011401.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011391.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-123" title="Telur penyu mulai menetas" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011391.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011411.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-124" title="Tukik penyu yang telah menetas" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011411.jpg?w=150&#038;h=112" alt="tukik penyu yang telah menetas" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01144.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-125" title="tukik dikenalkan pada habitat air laut" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01144.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011471.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-126" title="Tukik siap dilepas ke habitat aslinya" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011471.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011651.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-127" title="Welcome to Sukamade Turtle Beach" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011651.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011701.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-128" title="Sukamade Turtle Beach" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011701.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011741.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-130" title="Jejak Penyu " src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011741.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<br />Posted in Traveling Tagged: Merubetiri, Sukamade <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=105&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/12/11/turtle-beach-sukamade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc003651.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tempat penetasan telur penyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011401.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Telur penyu ditetaskan di pasir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011391.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Telur penyu mulai menetas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011411.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tukik penyu yang telah menetas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc01144.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tukik dikenalkan pada habitat air laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011471.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tukik siap dilepas ke habitat aslinya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011651.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Welcome to Sukamade Turtle Beach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011701.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sukamade Turtle Beach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/12/dsc011741.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Jejak Penyu </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Peralatan Snorkeling dan Diving</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/06/pengetahuan-dasar-peralatan-snorkeling-dan-diving/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/06/pengetahuan-dasar-peralatan-snorkeling-dan-diving/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 01:10:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[alat selam]]></category>
		<category><![CDATA[diving]]></category>
		<category><![CDATA[snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen. Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=98&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.</p>
<p>Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.</p>
<p>Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :</p>
<p>1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : &#8220;Peralatan Selam Dasar&#8221;. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)</p>
<p>2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure &amp; Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).</p>
<p><span id="more-98"></span></p>
<p>Dari 2 pilihan diatas apakah harus kita miliki? jawabnya: ya jika budget memungkinkan, karena jika dihitung semua perlatan diving lengkap harganya sekitar 10 juta-an, bahkan bisa lebih kalau kita fanatik terhadap merek tertentu. Pada dasarnya untuk skin dive sebaiknya kita lengkapi sendiri karena sifatnya yang personel.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-100" title="impulse2_s" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/impulse2_s.jpg?w=500" alt="impulse2_s"   />Snorkle atau alat bantu pernafasan. Untuk jenis alat ini wajib dipunyai sendiri untuk higienisaitas dari penggunaan. Cara pemakaian alat ini adalah dengan digigit pada mulut sehingga kita bisa bernafas melalui mulut.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-101" title="Mask" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/mask.jpg?w=500" alt="Mask"   />Mask atau kacamata selam. Untuk anda yang memiliki mata normal bisa saja anda bergantiang pemakaiannya dengan orang lain dengan meminjam atau sewa. Sedangkan untuk anda yang bermata minus atau plus sebaiknya anda mempunyai sendiri karena kecenderungan perbedaan tingkat kepekaan mata. Model mask tertentu memungkinkan untuk penggantian lens sesuai dengan tingkat kepekaan mata anda.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-102" title="caravelle_adj_s" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/caravelle_adj_s.jpg?w=150&#038;h=66" alt="caravelle_adj_s" width="150" height="66" />Fin atau kaki katak. Jenis fin terdapat 2 model yaitu open whell dan close whell. Untuk jenis open whell mungkin anda bisa bergantian karena terdapat kaitan yang bisa diatur sesuai dengan ukuran kaki anda. Jenis ini lebih mahal dari close whell. Jenis close whell bisa diibaratkan sebuah sepatu jadi memiliki ukuran tertentu sesuai dengan ukuran kaki anda jadi sebaiknya anda mempunyai sendiri karena bersifat personal.</p>
<p>Untuk peralatan snorkle gear atau pun diving gear lainnya bisa anda miiki sebagai perlengkapan tambahan anda sesuai  dengan minat dan kebutuhan. Di indonesia untuk counter resmi bisa di acces di www.planetdiving.com dan www.oceanicindonesia.com</p>
<br />Posted in Traveling Tagged: alat selam, diving, snorkeling <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=98&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/06/pengetahuan-dasar-peralatan-snorkeling-dan-diving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/impulse2_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">impulse2_s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/mask.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mask</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/caravelle_adj_s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">caravelle_adj_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Submarine</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/02/submarine/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/02/submarine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 06:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[kapal selam]]></category>
		<category><![CDATA[sea water]]></category>
		<category><![CDATA[submarine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[A submarine or a ship can float because the weight of water that it displaces is equal to the weight of the ship. This displacement of water creates an upward force called the buoyant force and acts opposite to gravity, which would pull the ship down. Unlike a ship, a submarine can control its buoyancy, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=96&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-95" title="kapal selam" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/kapal-selam.jpg?w=500" alt="kapal selam"   />A submarine or a ship can float because the weight of water that it displaces is equal to the weight of the ship. This displacement of water creates an upward force called the <strong>buoyant force</strong> and acts opposite to gravity, which would pull the ship down. Unlike a ship, a submarine can control its buoyancy, thus allowing it to sink and surface at will.</p>
<p>To control its buoyancy, the submarine has <strong>ballast tanks</strong> and auxiliary, or <strong>trim tanks</strong>, that can be alternately filled with water or air (see animation below). When the submarine is on the surface, the ballast tanks are filled with air and the submarine&#8217;s overall density is less than that of the surrounding water. As the submarine dives, the ballast tanks are flooded with water and the air in the ballast tanks is vented from the submarine until its overall density is greater than the surrounding water and the submarine begins to sink (<strong>negative buoyancy</strong>). A supply of compressed air is maintained aboard the submarine in air flasks for life support and for use with the ballast tanks. In addition, the submarine has movable sets of short &#8220;wings&#8221; called <strong>hydroplanes</strong> on the stern (back) that help to control the angle of the dive. The hydroplanes are angled so that water moves over the stern, which forces the stern upward; therefore, the</p>
<p><span id="more-96"></span></p>
<p><strong>Submarine is agled to down ward</strong></p>
<p>To keep the submarine level at any set depth, the submarine maintains a balance of air and water in the trim tanks so that its overall density is equal to the surrounding water (<strong>neutral buoyancy</strong>). When the submarine reaches its cruising depth, the hydroplanes are leveled so that the submarine travels level through the water. Water is also forced between the bow and stern trim tanks to keep the sub level. The submarine can steer in the water by using the tail rudder to turn starboard (right) or port (left) and the hydroplanes to control the fore-aft angle of the submarine. In addition, some submarines are equipped with a retractable <strong>secondary propulsion motor</strong> that can swivel 360 degrees.</p>
<p>When the submarine surfaces, compressed air flows from the air flasks into the ballast tanks and the water is forced out of the submarine until its overall density is less than the surrounding water (<strong>positive buoyancy</strong>) and the submarine rises. The hydroplanes are angled so that water moves up over the stern, which forces the stern downward; therefore, the submarine is angled upward. In an emergency, the ballast tanks can be filled quickly with high-pressure air to take the submarine to the surface very rapidly.</p>
<br />Posted in Technology Tagged: kapal selam, sea water, submarine <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=96&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/10/02/submarine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/10/kapal-selam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kapal selam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Akhlak Dasar Muslim (Renungan 1430H)</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/10-akhlak-dasar-muslim-renungan-1430h/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/10-akhlak-dasar-muslim-renungan-1430h/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 07:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ordinary]]></category>
		<category><![CDATA[Religy]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan 1430H]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Akhlak : Dalam bahasa, akhlak (budi pekerti) berarti kebiasaan atau watak. Secara terminologi, akhlak berarti kebiasaan, tabiat, atau watak di dalam diri yang menjadi sumber terjadinya perbuatan, tanpa unsur rekayasa ataupun reka-reka. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa akhlak adalah tindakan tanpa rekayasa. Sepuluh Akhlak Muslim/Muslimah : (1). Tidak menyakiti orang lain. “Orang Muslim adalah orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=90&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Akhlak :</strong><br />
Dalam bahasa, akhlak (budi pekerti) berarti kebiasaan atau watak. Secara terminologi, akhlak berarti kebiasaan, tabiat, atau watak di dalam diri yang menjadi sumber terjadinya perbuatan, tanpa unsur rekayasa ataupun reka-reka. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa akhlak adalah tindakan tanpa rekayasa.</p>
<p><strong>Sepuluh Akhlak Muslim/Muslimah :</strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(1). Tidak menyakiti orang lain.</span></em></strong><br />
<em>“Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru.</em></p>
<p>Hadis tersebut menyatakan bahwa Muslim terbaik adalah Muslim yang menunaikan hak-hak kaum Muslimim lainnya dalam menjalankan hak-hak Allah, artinya orang Muslim harus mencegah diri dari menyakiti orang lain. Penyebutan lidah dan tangan adalah manifestasi cara menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun fisik.</p>
<p>Balas menyakiti orang yang menyakiti kita sebenarnya tidak menjadi masalah, tetapi yang lebih afdal adalah bersabar dan mengharapkan pahala di sisi Allah (Q.S. Al-Ahzaab 58).</p>
<p>Manifestasi perilaku tidak menyakiti orang lain adalah dengan :</p>
<p><strong>• Tidak menyakiti tetangga</strong> ; pesan berinteraksi secara baik dengan tetangga gencar disampaikan melalui peringatan bahwa tetangga adalah salah satu pintu masuk surga dan bahwasanya mereka kelak menjadi saksi kita di akhirat</p>
<p><strong>•Menjaga mulut</strong><br />
Lidah kelak menjadi cambuk siksaan di hari kiamat. Menjaga lidah adalah jalan menuju keselamatan. Semakin banyak berbicara akan semakin banyak tersilap. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum berbicara dan jangan berbohong, berkata kasar, ghibah, mengejek, dll.</p>
<p><strong>•Tidak menyakiti anak-anak</strong><br />
Hindari mengejek dan meremehkan anak-anak, pilih kasih dalam memperlakukan mereka, atau mendoakan mereka celaka.</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(2). Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan.</span></em></strong><br />
<em>“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.” H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a.</em></p>
<p>Menyingkirkan benda yang menyakitkan dari jalan adalah salah satu bentuk manifestasi dzikir yang bisa menjauhkan manusia dari api neraka.</p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(3). Malu.</span></em></strong><br />
Malu adalah perhiasan wanita yang paling indah dan elok, bahkan merupakan sebagian dari iman dan Nabi SAW sendiri pun terkenal sangat pemalu. Hal ini karena malu menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Malu mencegah kealpaan untuk bersyukur kepada yang memberi nikmat dan mencegah kelalaian menunaikan hak orang yang memiliki hak. Disamping itu, malu juga mencegah berbuat/berkata kotor demi menghindari celaan dan kecaman.</p>
<p>Malu adalah rasa yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat karena perasaan serba salah jika sampai dilihat oleh Allah. Malu yang berlebihan adalah rasa sungkan yang justru merupakan kelemahan mental dan sering menimbulkan banyak masalah. Sikap keterlaluan perempuan dalam tertutup dan mengurung diri dari pergaulan dengan laki-laki bukanlah rasa malu, melainkan lebih merupakan faktor kesungkanan.</p>
<p>Kewajiban dalam rasa malu ada empat:<br />
menutupà• Berpakaian  menutup aurat<br />
menahan pandangan matanyaà• Memandang<br />
tidak bergayaà• Berbicara  centil dan manja ketika berbicara.<br />
tidak berdesakan denganà• Pergaulan  lelaki</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(4). Santun berbicara.</span></em></strong><br />
<em>“Sesungguhnya seseorang mengatakan satu patah kata yang ia pandang tidak ada masalah. Padahal, sepatah kata itu menyebabkan ia harus mendekam di neraka selama tujuh puluh tahun.” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a)</em></p>
<p>Kesantunan berbicara dimanifestasikan dalam tiga hal :<br />
Berbicara pelan jangan mengeraskan suara diatas volume yang dibutuhkan pendengar karena hal itu tidak sopan dan menyakitkan. Wanita yang bersuara keras menunjukkan ia belum terdidik sempurna dan masih membutuhkan evaluasi panjang dengan dirinya sendiri.<br />
Memperhatikan pembicaraan lawan bicara dan tidak menjatuhkan harga dirinya  hal ini dapat dicapai dengan tersenyum, berbicara sesuatu yang menjadi perhatian/kesenangan lawan bicara, dan simak lawan bicara dengan penuh perhatian.<br />
Tidak memotong pembicaraan</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">(5). Jangan berbohong.</span></strong><br />
<em>“Tidak beriman seorang hamba dengan keimanan yang sepenuhnya sampai ia meninggalkan bohong meski dalam bercanda dan meninggalkan perdebatan meskipun dalam posisi benar” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah r.a. )</em></p>
<p>Iman dan kebohongan tidak bisa menyatu dalam hati seorang mukmin. Kebohongan akan mengarah kepada kemunafikan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang bersisian. Tidak ada yang bernama bohong putih atau bohong hitam, kebohongan kecil tetaplah ditulis sebagai kebohongan. Sikap seperti membanggakan diri, bercanda, dan berkelakar juga dapat menjerumuskan kepada kebohongan. Bentuk kebohongan terbesar terhadap Allah adalah kebohongan dalam berniat, berjanji, dan beramal.</p>
<p>Bohong yang diperbolehkan adalah bohong untuk mendamaikan dua orang yang bersiteru, bohong dalam perang, dan bohong untuk menyenangkan suami/istri.</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(6). Tinggalkan perdebatan.</span></em></strong><br />
<em>“Sesungguhnya tadi aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang Lailatul Qadar, namun di tengah jalan si Fulan dan Fulan sedang bertengkar mulut, maka dihapuskanlah (pengetahuan tentang itu). Semoga (penghapusan) ini lebih baik bagi Anda sekalian. Telisiklah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima (terakhir bulan Ramadhan)” (H.R. Al-Bukhari dari Ubadah bin Ash-Shamit)</em><br />
Rasulullah hendak memberikan kabar gembira mengenai waktu turunnya lailatul qadr secara pasti, tetapi pengetahuan tentang ini dilupakan darinya karena mendengar perdebatan.</p>
<p>Berdebat tidak baik karena ia membuka kesempatan kepada syaitan untuk turut melakukan provokasi didalamnya. Debat dapat memunculkan fitnah, keraguan, menghapuskan amalan, mengeraskan hati, melahirkan dendam, dll. Arena yang paling disukai setan adalah permusuhan dimana tiap pihak berusaha untuk menunjukkan aib pihak lain dan menyucikan dirinya sendiri, dan debat dijadikan saran untuk memperoleh kemenangan semu. Dengan meninggalkna debat, itu adalah bukti kepercayaan kepada diri sendiri, keimanan pada manhaj, dan keyakinan kepada Allah SWT.</p>
<p>Debat yang diperbolehkan adalah dengan menggunakan argumentasi yang lebih baik dan santun. Bertahan dengan cara yang baik dengan berdiskusi dan memaparkan argumentasi secara santun, sembari meminta maaf dan memaafkan kesalahan ucap.</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(7). Jangan bakhil (pelit).</span></em></strong><br />
Predikat paling buruk yang disandang oleh wanita muslimah adalah jika ia disebut wanita bakhil/pelit. Orang bakhil yang paling bakhil dapat dibagi tiga :<br />
• Orang yang bakhil dengan dunia di jalan akhirat.<br />
• Orang yang bakhil pada dirinya sendiri dengan dalih zuhud meninggalkan keduniaan.<br />
• Orang yang mendengar nama Nabi SAW disebut dihadapannya namun ia tidak bershalawat.</p>
<p>Salah satu makar orang bakhil adalah memeluk erat-erat uangnya semasa hidup, namun begitu diambang kematian ia lantas membagi-bagikan apa yang dimilikinya kepada ahli waris. Berikut manifestasi yang mengekspresikan sifat tidak bakhil :<br />
• Mengeluarkan zakat wajib.<br />
• Memberikan shadaqah.<br />
• Menyuguhi tamu.<br />
• Memberikan hadiah.<br />
Satu lagi menifestasi bakhil dalam kehidupan rumah tangga ialah bakhil dengan tidak melontarkan kata-kata manis dan perasaan-perasaan mulia, khususnya dengan suami.<br />
<strong><br />
</strong><strong><em>(<span style="text-decoration:underline;">8). Tepiskanlah rasa dengki.</span></em></strong><br />
Surga yang luas disediakan khusus untuk orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. (Ali Imran 133-134). Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan dalam Ihya Ulumuddin bahwa,<em> </em><em>“Marah bertempat di hati. Kemarahan yang hebat berarti mendidihnya darah di dalam hati menuntut pembalasan yang merupakan makanan marah dan syahwatnya, dan ia tidak akan tenang kecuali dengan penuntasannya.”</em></p>
<p>Dengki didefenisikan sebagai memendam permusuhan di dalam hati dan menunggu-nunggu kesempatan pemuasannya. Muncul ketika merasa muak dan jengkel terhadap seseorang. Dengki akan melahirkan 8 buah kezaliman terhadap orang lain :<br />
• Hasud<br />
• Mencaci maki saat terjadi bala cobaan<br />
• Mendiamkan<br />
• Melecehkan, berpaling, menjauh<br />
• Ghibah<br />
• Mengolok-olok<br />
• Menyakiti fisik<br />
• Menahan kucuran kemurahan (pemberian dan silaturrahim)</p>
<p>Jika orang shahih jengkel, maka berbuat adil. Jika orang budiman jegkel, maka mereka bertindak mulia. Jika orang naif jengkel, mereka bertindak semena-mena. Untuk mencapai status Ash-Shiddiiqiin (orang-orang budiman) maka ada tiga tangga yang harus dilalui, yaitu :<br />
• Menahan amarah<br />
• Memaafkan kesalahn manusia<br />
• Berbuat baik kepada orang yang memusuhi</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(9). Dilarang iri/hasud.</span></em></strong><br />
Hasud adalah reaksi jiwa dan penyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seesorang terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka. Faktor penyebab diantaranya :<br />
• Permusuhan, kebencian, kemarahan, kedengkian.<br />
• Takabur dan arogan<br />
• Kegearan pada dunia<br />
• Ambisi kekuasaan<br />
• Kebusukan jiwa dan kekerdilan dari kebaikan</p>
<p>Hasud adalah senjata makan tuan yang menghasilkan mudarat dunia dan keagamaan. Orang yang dihasudi justru berada diatas angin sebab ia memperoleh beragam keuntungan dengan kehasudan orang yang menghasudinya, di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Obat penyembuh hasud adalah ilmu dan amal. Ilmu : orang alim adalah orang yang tidak hasud pada orang yang lebih tinggi dan tidak melecehkan orang lebih rendah (tingkat keilmuannya). Amal : dengan amal proses pengurungan hasud bisa berjalan dengan sempurna.</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">(10). Pantang terpedaya (Ghurur)</span></em></strong><br />
Ghurur adalah bentuk kelalaian dan keterpedayaan dan merupakan predikat yang menempel pada setiap penipu. Ghurur memiliki tiga sumber utama :<br />
• Tertipu oleh angan kehidupan dunia &#8211;&gt; merasa Allah memberinya kehidupan dunia yang melebihi orang lain dan beranggapan karunia tersebut sebagai kelebihan, bukan sebagai kemurahan, dan mungkin mengandung ujian dan cobaan apakah ia bersyukur atau malah kufur.<br />
• Tertipu oleh janji setan &#8211;&gt; setan senantiasa memberi bisikan yang membesarkan dirinya sehingga tidak lagi peduli pada dosa besar dan kecil.<br />
• Tertipu oleh angan ampunan Allah &#8211;&gt; Allah mencela kalangan ahlul kitab, orang munafik, dan pemaksiat atas ilusi dan keterpedayaan mereka<br />
o Ilusi ahlul kitab &#8211;&gt; bahwa dengan kekuatan yang dimiliki, mereka bisa mengalahkan Allah.<br />
o Ilusi orang munafik &#8211;&gt; mereka berpikir bahwa di akhirat kelak mereka bisa mengatakan hal yang sama yang pernah mereka katakan kepada kaum mukminin sewaktu di dunia, bahwa mereka bersama-sama kaum mukminin.</p>
<p>Manifestasi ghurur cukup beragam, diantaranya :<br />
• Meremehkan amalan-amalan ringan<br />
• Mencemooh kaum papa dan fakir miskin, enggan bergaul dengan mereka.</p>
<p>Untuk mengatasinya, letakkanlah gumpalan pahala di depan mata Anda ketika melakukan amalan-amalan sepele dan ringan.</p>
<br />Posted in Ordinary, Religy Tagged: akhlak, Renungan 1430H <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=90&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/10-akhlak-dasar-muslim-renungan-1430h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Turbin Angin</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbin-angin/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbin-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 07:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Baling-Baling]]></category>
		<category><![CDATA[Power Generation]]></category>
		<category><![CDATA[Turbine]]></category>
		<category><![CDATA[Wind Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill. Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=84&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-87" title="Pitstone-windmill" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/pitstone-windmill2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Pitstone-windmill" width="225" height="300" /><strong>Turbin angin</strong> adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill.</p>
<p>Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensonal(Co: PLTD,PLTU,dll), turbin angin masih lebih dikembangkan oleh para ilmuwan karena dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya alam tak terbaharui(Co : batubara, minyak bumi) sebagai bahan dasar untuk membangkitkan listrik.</p>
<p>Perhitungan daya yang dapat dihasilkan oleh sebuah turbin angin dengan diameter kipas r adalah :</p>
<p>dimana ρ adalah kerapatan angin pada waktu tertentu dan <em>v</em> adalah kecepatan angin pada waktu tertentu.</p>
<p>umumnya daya efektif yang dapat dipanen oleh sebuah turbin angin hanya sebesar 20%-30%. Jadi rumus diatas dapat dikalikan dengan 0,2 atau 0,3 untuk mendapatkan hasil yang cukup eksak.</p>
<p>Jenis turbin angin ada 2, yaitu :</p>
<ol>
<li>Turbin angin sumbu      horizontal(Darrieus wind turbine)</li>
<li>Turbin angin sumbu tegak</li>
</ol>
<p><span id="more-84"></span><br />
Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik.</p>
<p>Sebenarnya prosesnya tidak semudah itu, karena terdapat berbagai macam sub-sistem yang dapat meningkatkan safety dan efisiensi dari turbin angin, yaitu :</p>
<p>1. Gearbox<br />
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan sekitar 1:60.</p>
<p>2. Brake System<br />
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus, karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.</p>
<p>3. Generator<br />
Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin. Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.</p>
<p>4. Penyimpan energi<br />
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah aki mobil. Aki mobil memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih) selama 0.5 jam pada daya 780 watt.</p>
<p>Kendala dalam menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC(Direct Current) untuk meng-charge/mengisi energi, sedangkan dari generator dihasilkan catu daya AC(Alternating Current). Oleh karena itu diperlukan rectifier-inverter untuk mengakomodasi keperluan ini. Rectifier-inverter akan dijelaskan berikut.</p>
<p>5. Rectifier-inverter<br />
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.</p>
<br />Posted in Technology Tagged: Baling-Baling, Power Generation, Turbine, Wind Power <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=84&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbin-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/pitstone-windmill2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pitstone-windmill</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Turbine (General Introduction)</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbine-general-introduction/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbine-general-introduction/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 01:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Baling-Baling]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Turbine]]></category>
		<category><![CDATA[Jet]]></category>
		<category><![CDATA[Steam Turbine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida. Jadi secara prinsip utama turbin merupakan suatu komponen untuk mengubah energi kinetic menjadi energi mekanik. Turbin tersederhana memiliki satu bagian yang bergerak, &#8220;asembly rotor-blade&#8221;. Fluid yang bergerak bekerja kepada baling-baling untuk memutar mereka dan menyalurkan energi ke rotor. Contoh turbin sederhana adalah kincir angin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=77&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida. Jadi secara prinsip utama turbin merupakan suatu komponen untuk mengubah energi kinetic menjadi energi mekanik. Turbin tersederhana memiliki satu bagian yang bergerak, &#8220;asembly rotor-blade&#8221;. Fluid yang bergerak bekerja kepada baling-baling untuk memutar mereka dan menyalurkan energi ke rotor. Contoh turbin sederhana adalah kincir angin dan roda air. Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo. Turbin gas, uap dan air biasanya memiliki &#8220;casing&#8221; sekitar baling-baling yang memfokus dan mengontrol fluid. &#8220;Casing&#8221; dan baling-baling mungkin memiliki geometri variabel yang dapat membuat operasi efisien untuk beberapa kondisi aliran fluid. Energi diperoleh dalam bentuk tenaga &#8220;shaft&#8221; berputar yang dihubungkan dengan sebuah komponen tertentu. Misalkan  generator. Pada awal teknologi kapal laut digunakan tenaga turbin uap untuk memutar propeller.</p>
<p><strong>Turbin Uap (Steam Turbine)</strong></p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-78" title="turbin" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/turbin.jpg?w=150&#038;h=101" alt="turbin" width="150" height="101" />Penggunaan turbin Penggunaan paling umum dari turbin adalah untuk enerzise tenaga listrik. Hampir seluruh tenaga listrik diproduksi menggunakan turbin uap. Turbine yang digunakan terdiri dari beberapa stage baling-baling untuk mengakomodasi dari beberapa variasi steam pressure yg dihembuskan. Selain itu penggunaan multi stage juga dimaksudkan untuk meng efisiensikan fungsi kerja turbine dalam rangka menghasilkan putara poros yang stabil. Steam turbie biasanya terdiri dari High Pressure (HP), Intermediate Pressure (IP) and Low Pressure (LP).</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<p><strong>Turbinr Gas (Gas Turbine)</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-79" title="jet" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/jet.jpg?w=300&#038;h=166" alt="jet" width="300" height="166" />Turbin gas Turbin gas  memiliki kompresor radial tahapan-tunggal dan turbin, recuperator, dan foil bearings. Turbin gas adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari arus gas pembakaran. Turbin gas memiliki kompresor naik ke-atas dipasangkan dengan turbin turun ke-bawah, dan sebuah bilik pembakaran di-tengahnya. Turbin gas  memiliki kompresor radial tahapan-tunggal dan turbin, recuperator, dan foil bearings Energi ditambahkan di arus gas di pembakar, di mana udara dicampur dengan bahan bakar dan dinyalakan. Pembakaran meningkatkan suhu, kecepatan dan volume dari aliran gas. Kemudian diarahkan melalui sebuah penyebar (nozzle) melalui baling-baling turbin, memutar turbin dan mentenagai kompresor. Energi diambil dari bentuk tenaga shaft, udara terkompresi dan dorongan, dalam segala kombinasi, dan digunakan untuk mentenagai pesawat terbang, kereta, kapal, generator, dan bahkan tank.</p>
<p>Turbin kadangkala merupakan bagian dari mesin yang lebih besar. Sebuah turbin gas, sebagai contoh, dapat menunjuk ke mesin pembakaran dalam yang berisi sebuah turbin, kompresor, &#8220;kombustor&#8221;, dan alternator. Turbin dapat memiliki kepadatan tenaga (&#8220;power density&#8221;) yang luar biasa (berbanding dengan volume dan beratnya). Ini karena kemampuan mereka beroperasi pada kecepatan sangat tinggi. Mesin utama dari Space Shuttle menggunakan turbopumps (mesin yang terdiri dari sebuah pompa yang didorong oleh sebuah mesin turbin) untuk memberikan propellant (oksigen cair dan hidrogen cair) ke ruang pembakaran mesin. Turbopump hidrogen cair ini sedikit lebih besar dari mesin mobil dan memproduksi 70.000 hp (52,2 MW).</p>
<br />Posted in Technology Tagged: Baling-Baling, Gas Turbine, Jet, Steam Turbine <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=77&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/27/turbine-general-introduction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/turbin.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">turbin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/jet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mesin 5 Langkah</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/24/mesin-5-langkah/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/24/mesin-5-langkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Internal combustion engine]]></category>
		<category><![CDATA[New Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai perusahaan rekayasa mesin berusaha membuat sumber penggerak dengan efisien kerja makin tinggi. Targetnya, irit konsumsi bahan bakar dan ramah lingkungan. Berbagai cara pun dilakukan. Paling populer dan sudah bisa dimanfaatkan saat ini adalah membuat mobil hibrida: mengawinkan motor bakar dengan motor listrik. Kendati demikian, terutama untuk motor bakar, perusahaan rekayasa terus mengembangkan mesin yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=74&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai perusahaan rekayasa mesin berusaha membuat sumber penggerak dengan efisien kerja makin tinggi. Targetnya, irit konsumsi bahan bakar dan ramah lingkungan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-75" title="Mesin 5 langkah" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/mesin-5-langkah.jpg?w=500" alt="Mesin 5 langkah"   />Berbagai cara pun dilakukan. Paling populer dan sudah bisa dimanfaatkan saat ini adalah membuat mobil hibrida: mengawinkan motor bakar dengan motor listrik.</p>
<p>Kendati demikian, terutama untuk motor bakar, perusahaan rekayasa terus mengembangkan mesin yang makin efisien. Salah satu yang banyak dibicarakan para ahli teknik dan dipublikasi media otomotif adalah mesin bensin 5-langkah yang dikembangkan oleh Ilmor, Inggris.</p>
<p><strong>Cara kerja</strong><br />
Konstruksi mesin sama dengan mesin 4-langkah konvensional. Ada katup dan penggerak katup (poros kem) di kepala silinder, <em>double overhead camshaft</em> (DOHC).<br />
Kinerja mesin 3 silinder, 700 cc plus <em>turbocharger</em>, kemampuannya luar biasa: tenaga 130 PS dan torsi 165 Nm.<br />
Konfigurasi 3-slinder merupakan bagian langsung dari siklus kerja 5 langkah mesin ini. Silinder tengah, diameternya lebih besar dibandingkan dengan dua lainnya yang berada di sampingnya. Proses kerjanya juga berbeda. Silinder tengah dan pinggir saling berhubungan dengan saluran buang dan isapnya.</p>
<p>Dua silinder pinggir berdiameter sama, melakukan proses kerja 4-langkah konvensional. Adapun silinder tengah bekerja dengan siklus 2-langkah. Silinder pinggir bertekanan tekanan tinggi (<em>high pressure)</em>. Sebaliknya, silinder tengah bertekanan rendah (<em>low pressure</em>).</p>
<p>Silinder pinggir secara bergantian menyalurkan gas buangnya ke silinder tengah atau tekanan rendah. Di silinder tengah, gas buang tersebut dibakar lagi dengan siklus kerja dua langkah.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Dengan konfigurasi tersebut, cara menggerakkan katup silinder tekanan tinggi dan rendah berbeda.</p>
<p><em>Nokken as</em> atau poros kem silinder tengah memiliki putaran yang sama dengan poros engkol (<em>crankshaft</em>). Adapun pada silinder tekanan tinggi, <em>nokken as </em>berputar setengah poros engkol.</p>
<p>Cukup menarik, pada silinder tekanan rendah, perbandingan kompresi dan ekspansi bisa berubah. Dengan cara ini, bisa dipilih perbandingan optimum.</p>
<p><strong>Seefisien  diesel</strong><br />
Konsep 5-langkah bekerja dengan perbandingan kompresi tinggi seperti mesin diesel. Karena itu, efisiensi kerjanya sama dengan mesin diesel mutakhir, <em>common rail</em>. Keunggulannya, emisi NOx lebih rendah.</p>
<p>Sebenarnya bila diteliti, konsep dasarnya mirip dengan siklus Atkinson yang digunakan Toyota pada Prius. Dalam hal ini, Toyota lebih unggul dari proses pembuatan mesin karena tetap memanfaatkan teknologi konvensional dan VVT-i.</p>
<p>Kehebatan mesin Ilmor, kendati kapasitasnya 700 cc, kemampuan menghasilkan tenaga sama dengan mesin 1,8 liter 4-langkah. Konsumsi bahan bakar minimum, <em>brake specific fuel consumption </em>(BSFC) lebih baik dari 215 g/kWh. Mesin ini menggunakan injeksi langsung, plus <em>turbocharger</em>.</p>
<p>Konstruksi mesin 5-langkah Ilmor ini cukup sederhana. Pasalnya, jumlah silinder dan katup lebih sedikit. Silinder tengah, dengan ekspansi lebih besar, kerugian gesek internalnya lebih rendah. Begitu juga kerugian panasnya. Tinggi efisiensi, jadi lebih baik kerjanya.</p>
<br />Posted in Technology Tagged: Internal combustion engine, New Design <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=74&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/24/mesin-5-langkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/mesin-5-langkah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mesin 5 langkah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri</title>
		<link>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/22/selamat-hari-raya-idul-fitri/</link>
		<comments>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/22/selamat-hari-raya-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 02:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langkahpetualang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ordinary]]></category>
		<category><![CDATA[Religy]]></category>
		<category><![CDATA[Nuansa Lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langkahpetualang.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Ordinary, Religy Tagged: Nuansa Lebaran<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=72&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-71" title="kartu lebaran ucapan selamat idul fitri 1430H" src="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/kartu-lebaran-ucapan-selamat-idul-fitri-1430h.jpg?w=500" alt="kartu lebaran ucapan selamat idul fitri 1430H"   /></p>
<br />Posted in Ordinary, Religy Tagged: Nuansa Lebaran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/langkahpetualang.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/langkahpetualang.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=langkahpetualang.wordpress.com&amp;blog=5118028&amp;post=72&amp;subd=langkahpetualang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langkahpetualang.wordpress.com/2009/09/22/selamat-hari-raya-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f92a5ba320e003e0b62709ee486a786b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">langkahpetualang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahpetualang.files.wordpress.com/2009/09/kartu-lebaran-ucapan-selamat-idul-fitri-1430h.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kartu lebaran ucapan selamat idul fitri 1430H</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
