Sukamade merupakan sebuah pantai yang unik, karena mempunyai ekosistem hutan alami yang tetap dipertahankan berkaitan dengan ekosistem punyu yang akan selalu terlabuh ketika akan bertelur. Hasil penelitian yang dilakukan WWF penyu suka made akan selalu kembali berlabuh di sukamade setiap periode bertelur, yaitu 1 tahun sekali. Meskipun dalam penelitian menyatakan penyu-penyu tersebut kembali ke laut dan melaut hingga Australia dan new Zealand tetapi ketika akan bertelur penyu akan kembali ke pantai sukamade dan bertelur di sana. Oleh karena itu sukamade lebih di kenal sebagai turtle beach.
Beberapa species penyu yang dapat dijumpai di sukamade antara lain.
- Penyu Hijau (Chelonia Mydas)
- Penyu Lakang (Lepidochelys Olivacea)
- Penyu Bersisik (Eretmochelys Imbricata)
- Penyu Belimbing (Dhermochelys Coriacea)
Setiap malam petugas konservasi penyu sukamade berpatroli di sepanjang pantai sukamade, kurang lebih sepanjang 4 km garis pantai sukamade, untuk mengambil telur dari penyu yang malam itu mendarat di pantai. Dalam prakteknya penyu sekali mendarat tidaklah langsung bertelur. Pendaratan pertama penyu adalah untuk melakukan surve tempat peletakan telur dan sekitar 3 – 4 hari berikutnya penyu tersebut datang lagi dan melakukan proses bertelur berikut membuat lubang telur dan menimbunnya kembali, serta membuat lubang tipuan yang tidak jauh dari lubang telur. Sekali bertelur penyu akan memelorkan hingga 150 butir sekali bertelur.
Penjagaan dan pengamatan proses bertelurnya penyu ini tidaklah mudah, penjaga akan mengamati pantai di dalam hutan, Karen ketika ada suara ataupun gerak bahkan nyala api atau cahaya maka penyu akan balik lagi ke laut dan menunda proses bertelurnya. Penjagaan ini rutin dilakukan tiap hari mulai pukul 19.00 hingga 04.00 pagi.
Telur yang telah diambil akan ditaruh dalam tempat penetasan yang berupa kolam dengan pasir pantai sukamade jadi seolah-olah akan seperti habitat aslinya. Telur ini di beri tagging sesuai dengan jenis dan tanggal peneloran. Telur ini akan menetas selama 2 bulan berikutnya. Setalah semua telur menetas maka tukik penyu (bayi penyu) akan dipindahkan ke kolam air laut untuk mengenalkan tukik pada habitat air laut berikut melatih sistem pernafasannya. Hal ini dilakukan selama kurang lebih 1 minggu, dan selanjutnya tukik akan dilepaskan ke laut tampat habitat asli penyu. Tukik ini selama 2 bulan pertama tidak memerlukan makanan tambahan karena plasenta tukik cukup memberikan asupan makanan.













Uaa… Awalnya saya dan beberapa teman tertarik pergi ke tempat ini tanggal 4 sampai 7 Desember nanti. Tapi sepertinya waktunya terlalu mepet (kami dari Jogja). Akhirnya kami memutuskan pergi ke Baluran.
yihaaa..nice trip to sukamade beach