Cuti kali ini saya bersama Michael dan Vika pergi ke sukamade, suatu tempat yang alami dan indah di pedalaman alas merubetiri banyuwangi. Pada prinsipnya perjalanan ke sukamade bisa di tempuh dengan beberapa rute antara lain
- Jalur Jember – Ambulu – Curahnongko –Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat) sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 – 2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
- Jalur Jember – Glenmore – Sarongan – Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
- Jalur Jember – Genteng – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
- Jalur Banyuwangi – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 137 km dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor.
Bagi temen-temen backpacker saya anjurkan untuk menempuh jalur 3 karena factor ketersediaan angkutan umum yang memadai di jalur ini. Dari jember naik bis ekonomi dengan tarif Rp 10.000,- turun di terminal jajag. Dari terminal jajag naik bis kecil ke Pesanggaran dengan tari rp.7000,- . Dari pesanggaran ini kita naik angkutan truk ke desa sukamade degan tari RP.25.000,- . Pada dasarnya angkutan truk ini bukan angkutan umum orang tetapi angkutan untuk belanja bagi orang desa sukamade ke pesanggaran. Berkaitan dengan kertesediaan truk ini maka highly recommended kalau berangkat hari kamis dan pulang hari minggu atau sebaliknya karena hanya itulah angkutan truk yang bisa di andalkan keberangkatannya. Truk pada hari senin dan kamis ini di komandani oleh pak Mali dan kenek pak Yanto, orangnya sangat ramah dan welcome.
Perjalanan kali ini saya tempuh pada hari sabtu, bukan hari baik untuk ke sukamade karena pasar pesangaran tutup pada hari sabtu jadi truk dari sukamade tidak ada pada hari ini. Keberuntungan masih berpihak pada kami ketika memutuskan untuk menginap di pesanggaran dengan lapor ketua RT pasar pesanggaran yaitu pak Minto, beliaupin welcome pada kami dan menyuruhnya menignap di rumah keponakannya yaitu bu Sri. Malam kamipun menginap di rumah Bu Sri yang sangat ramah dan bersahaja.
Hari kedua, hari minggu kami lanjutkan perjalanan ke sukamade dengan truk pak Mali. Karena belanjaan lumayan banyak maka truk terlambat berangkat dari yang biasanya berangkat jam 15.00 tertunda hingga jam 17.00 waktu Pesanggaran. Sudah dipastikan kalau perjanan sejauh 40 km yang memakan waktu 4 jam ini akan sampai pada pukul 21:00 waktu Sukamade.
Perjalanan dari Pesanggaran ke sarongan lalu lanjut ke Rajegwesi dengan kondisi jalan yang ber aspal dengan lubang di sana sini. Perjalanan yang seru adalah rute sepanjang 15 Km dari Rajegwesi ke Sukamade karena rutenya melewati jalan pegunungan naik dan turun dengan kondisi jalan rusak berat. Jalan berupa jalan macadam, yaitu jalan berbatu tanpa aspal. Hanya truk dan jenis mobil besar seperti Tropper, Taft Hiline , Jimny ataupun jenis kendaraan offroad yang mampu melewati rute ini.
Perjalanan Rajegwesi – Sukamade akan melewati jalur berupa menyeberang sungai sebanyak 4 sungai besar dan 3 sungai kecil. Terasa asik sekali ketika melewati sungai karena mobil seperti jalan di atas air. Perlu diperhatikan ketika musim hujan sungai ini akan penuh air yang tidak mungkin di lewati oleh kendaraan jenis apapun ( kecuali perahu, hehehehe….).
Sesuai dengan perkiraan sebelumnya kami sampai di sukamade pada jam 21:00 waktu sukamade. Karena pada malam hari kita tidak diijinkan jalan ke Sukamade Turtle Beach maka kami pun menginap di rumah kenek truk yang kita tumpangi yaitu Pak Yanto. Keluarga pak Yanto sangat welcome terhadap kami (mungkin karena tampang kami yang cenderung memelas hehehehe….). setiba di desa Sukamade kami sangat exciting karena desa ini merupakan housing bagi para pekerja kebun karet dimana di desa ini tidak terdapat signal Hand Phone dan keberadaan listrik yang Cuma jam 17:00 hingga jam 22:00. Signal HP bisa di temukan pada tempat-tempat tertentu dengan tanda toggak kayu yang di desain sedemikian rupa sehingga Cuma memungkinkan untuk sms saja.
Hari ke dua, pagi hari udara desa Sukamade sangatsegar dan alami. Kamipun sempatkan lari pagi keliling desa dan mengunjugi savannah sukamade yg tak jauh dari desa. Beranjak siang kami sempatkan main bola dengan anak-anak SD Sukamade, Laskar Pelangi Sukamade.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 kamipun beranjak trekking ke Sukamae Turtle Beach. Rute desaSukamade ke Sukamade turtle beach adalah 2.5 Km ditempuh dengan jalan kaki dalam waktu 30 menit. Lintasan berupa jalan perkebunan karet dan kopi yang asri dan segar degan sapaan binatang-binatang hutan merubetiri yang bersahabat (tidak ada binatang buas disini).
Sampai di Sukamade Resort kami pun disambut oleh Pak Eko, penjaga yang bertugas. Dan kami memesan kamar ekomoni seharga Rp.100.000,- per malam denga 2 tempat tidur twin bed cukupuntuk 2 orang. Adapun pilihan kamar VIP yaitu Rp.200.000,- per malam kapasitas 3 orang. Short traveling di lingkungan konservasi penyu kami lakukan dengan guide pak Eko. Mulai dari tempat penetasan telur penyu hingga tempat tukik dikenalkan ke habitat air laut. Petualangan hari ini di akhiri dengan trekking di sepanjang pantai sukamade dengan observasi jejak penyu dan menikati deburan ombak pantai sukamade yang menawan.
Hari ke tiga, pagi hari kamipun sempatkan ikut dalam acara melepas tukik penyu di pantai sukamade bersama pak Eko. Siang menjelang kamipun berangkat pulang, Perjalanan kali ini kami tempuh dengan jalan kaki menuju Rajegwesi, sepanjang perjalanan kamipun melewati tempat2 yang indah, seger dan membuat paru-paru kita terasa lega. Perjalanan Sukamade – Rajegwesi adalah 25 Km ditempuh dengan waktu 2 jam dan 30 menit. Melewati pantai teluk ijo dan hamparan pantai rajegwesi yang landai berselimut pasir putih yang menawan. Rajegwesi ke Pesanggaran kami tempuh dengan angkutan desa dan selanjutnya ke jajag dengan bis kecil. Dari jajag tinggal naik bis ke jurusan kota masing-masing dan selesailah perjalanan Back Packer kami selama 3 hari dengan senyum dan pengalaman indah yang tak terlupakan.















hoho…
nice place..nice expeditions…
tambahan informasi bro…
buat rekan rekan sedarah backpacker dan trekking tidak perlu repot bawa alat masak sebab d TN merubetiri terdapat mbak pantri yang masakannya uenak dan harganya relatif.
nasi goreng lauk telor mata sapi cuma 6000/porsi + minum 1 teko, mbak pantri juga enjual aneka minuman bro…..
teman teman pecinta TV juga bisa menikmati acara TV d resort ini walo TV nya berada d dapur dan 1 untuk semua.
hahaha….
buat yang suka trekking sebaik nya turunnya di pertigaan pintu gerbang TN merubetiri lalu berjala ke selatan mengikuti jalan menembus kebun cokelat,ladang kacang tanah dan kebun karet.
nanti menyeberangi sungai 1x bro.
setelah kebun karet belok kiri ikuti jalan tersebut sekitar 500 m hingga sampai di pintu gerbang resort sukamade.
tapi y itu bro…kita sampai nya d sukamade kan malam jd rawan nyasar klo jalan malam dan rawan babi hutan.
mending ikut truk mpe desa suka made ja biar aman dan pagi nya bisa mengexplore desa sukamade yang bersahaja.
setelah pagi baru jalan ke sekamade resort sambil menikmati pesona alam yang mantab.
tanang saja, jalan dari desa sukamade ke sukamade resort cuma 1 jadi g mungkin nyasar.
ok…moga info ini bisa membantu.
salam damai dan hijau….
Ok thx atas info tambahannya….sipp wes….next trip ke alas purwo n plengkung kita…with hiline tentunya…..
salam kenal, mohon maaf baru bisa membalas kiriman anda berikut ini . terima kasih.
ok salam kenal jg. salam lestari.
wah,,, dah berkunjung ke daerahku to??!! heheh.. masih banyak sisi banyuwangi yang menawan bro… bravo backpacker….
brave backpacker, salam kenal mas. iya lg pengen ke alas purwo juga…add aku di FB diditpraseto@gmail.com.
wah….mantap bro rugi klu g pernah ke meru betiri sukamade banyuwangi jatim.pokoknya di jamin mantap…tap…tap…