Feeds:
Posts
Comments

1. Siklus Uap dan Air (Steam and Water Cycle)

Siklus ini merupakan siklus inti dari sistem pembangkit uap dinama dalam siklus ini diterapkan Close Cycle Thermodinamika. Demin Water (air murni dengan minim kadar oksigen) merupakan air tanah atau air laut ya g telah di proses sedemikian rupa dalam deminerization plant dipompakan oleh feed water pump melewati feed water heater ke dalam boiler part, pada economizer panel tepatnya. Dalam boiler body part aliaran fluida adalah mengalir secara natural, jadi aliran fluida tercipta akibat perbedaan suhu, temperatur, density dan volume dari fluida yang ada pada panel-panel boiler. Dari economizer fluida cair akan mengalir ke steam drum, dalam steam drum terdapat cyclone dan separator air dan uap. Fluida cair mengalir turun melalui pipa down comer dan didistribusikan ke water wall. dari water wall fluida masuk ke steam drum lagi dan dipisahkan uap dan air. Fluida uap akan di alirkan ke superheater yang meliputi:

  1. Low Temperature  Superheater (LTSH) atau biasa disebut First Superheater
  2. Division Panel Superheater atau biasa disebut Second Superheater
  3. Final Superheater atau biasa disebut Platen Superheater

Dari platen superheater dry steam dialirkan melalui main steam pipe menuju ke turbn selanjutnya didistribusikan dalam nozel-nozel turbin. Setelah ke memutar sudu-sudu turbine maka steam mengalir ke condenser dan terjadi pendinginan menggunakan air laut (dengan sistem plat heat exchanger). Steam akan berubah menjadi fasa air dan dialirkan kembali ke boiler pada sisi economizer panel dengan melewati feed water pump dan feed water heater. Begitulah seterusnya sehingga menjadikan siklus ini siklus tertutup.

Continue Reading »

Cuti kali ini saya bersama Michael dan Vika pergi ke sukamade, suatu tempat yang alami dan indah di pedalaman alas merubetiri banyuwangi. Pada prinsipnya perjalanan ke sukamade bisa di tempuh dengan beberapa rute antara lain

  1. Jalur Jember – Ambulu – Curahnongko –Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat)   sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 – 2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  2. Jalur Jember – Glenmore – Sarongan – Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  3. Jalur Jember – Genteng – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  4. Jalur Banyuwangi – Jajag – Pesanggaran – Sarongan – Sukamade sepanjang 137 km dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor.

Bagi temen-temen backpacker saya anjurkan untuk menempuh jalur 3 karena factor ketersediaan angkutan umum yang memadai di jalur ini. Dari jember naik bis ekonomi dengan tarif Rp 10.000,- turun di terminal jajag. Dari terminal jajag naik bis kecil ke Pesanggaran dengan tari rp.7000,- . Dari pesanggaran ini kita naik angkutan truk ke desa sukamade degan tari RP.25.000,- . Pada dasarnya angkutan truk ini bukan angkutan umum orang tetapi angkutan untuk belanja bagi orang desa sukamade ke pesanggaran. Berkaitan dengan kertesediaan truk ini maka highly recommended kalau berangkat hari kamis dan pulang hari minggu atau sebaliknya karena hanya itulah angkutan truk yang bisa di andalkan keberangkatannya. Truk pada hari senin dan kamis ini di komandani oleh pak Mali dan kenek pak Yanto, orangnya sangat ramah dan welcome.

Perjalanan kali ini saya tempuh pada hari sabtu, bukan hari baik untuk ke sukamade karena pasar pesangaran tutup pada hari sabtu jadi truk dari sukamade tidak ada pada hari ini. Keberuntungan masih berpihak pada kami ketika memutuskan untuk menginap di pesanggaran dengan lapor  ketua RT pasar pesanggaran yaitu pak Minto, beliaupin welcome pada kami dan menyuruhnya menignap di rumah keponakannya yaitu bu Sri. Malam kamipun menginap di rumah Bu Sri yang sangat ramah dan bersahaja.

Continue Reading »

Sukamade merupakan sebuah pantai yang unik, karena mempunyai ekosistem hutan alami yang tetap dipertahankan berkaitan dengan ekosistem punyu yang akan selalu terlabuh ketika akan bertelur. Hasil penelitian yang dilakukan WWF penyu suka made akan selalu kembali berlabuh di sukamade setiap periode bertelur, yaitu 1 tahun sekali. Meskipun dalam penelitian menyatakan penyu-penyu tersebut  kembali ke laut dan melaut hingga Australia dan new Zealand tetapi ketika akan bertelur penyu akan kembali ke pantai sukamade dan bertelur di sana. Oleh karena itu sukamade lebih di kenal sebagai turtle beach.

Beberapa species penyu yang dapat dijumpai di sukamade antara lain.

  1. Penyu Hijau (Chelonia Mydas)
  2. Penyu Lakang (Lepidochelys Olivacea)
  3. Penyu Bersisik (Eretmochelys Imbricata)
  4. Penyu Belimbing (Dhermochelys Coriacea)

Setiap malam petugas konservasi penyu sukamade berpatroli di sepanjang pantai sukamade, kurang lebih sepanjang 4 km garis pantai sukamade, untuk mengambil telur dari penyu yang malam itu mendarat di pantai. Dalam prakteknya penyu sekali mendarat tidaklah langsung bertelur. Pendaratan pertama penyu adalah untuk melakukan surve tempat peletakan telur dan sekitar 3 – 4 hari berikutnya penyu tersebut datang lagi dan melakukan proses bertelur berikut membuat lubang telur dan menimbunnya kembali, serta membuat lubang tipuan yang tidak jauh dari lubang telur. Sekali bertelur penyu akan memelorkan hingga 150 butir sekali bertelur.

Continue Reading »

Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.

Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.

Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :

1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : “Peralatan Selam Dasar”. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)

2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).

Continue Reading »

Submarine

kapal selamA submarine or a ship can float because the weight of water that it displaces is equal to the weight of the ship. This displacement of water creates an upward force called the buoyant force and acts opposite to gravity, which would pull the ship down. Unlike a ship, a submarine can control its buoyancy, thus allowing it to sink and surface at will.

To control its buoyancy, the submarine has ballast tanks and auxiliary, or trim tanks, that can be alternately filled with water or air (see animation below). When the submarine is on the surface, the ballast tanks are filled with air and the submarine’s overall density is less than that of the surrounding water. As the submarine dives, the ballast tanks are flooded with water and the air in the ballast tanks is vented from the submarine until its overall density is greater than the surrounding water and the submarine begins to sink (negative buoyancy). A supply of compressed air is maintained aboard the submarine in air flasks for life support and for use with the ballast tanks. In addition, the submarine has movable sets of short “wings” called hydroplanes on the stern (back) that help to control the angle of the dive. The hydroplanes are angled so that water moves over the stern, which forces the stern upward; therefore, the

Continue Reading »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.